GARA-GARA KALIMAT AMBIGU

tulisan ini saya buat semata-mata untuk mencurahkan apa yang ada di kepala saya saat ini.

hari ini sama seperti hari-hari biasanya. yaa.. seperti inilah kegiatan kuliah yang padat dan agak membosankan, banyak tugas yang belum terseleasikan (salahsatu nya tugas softskill), belum lagi nasib PI yanggg.. ya gitu lahh.. hehe jadi curhat kan tuh.

setelah selesai perkukuliah praktikum niatnya saya ingin cepat-cepat langsung pulang dan menyelesaikan tugas softskill membuat karangan, saya langsung buru-buru menaiki motor dan bergegas pulang ,tapi apa daya cuaca mendung dan turun hujan menghambat saya dalam perjalanan pulang malangnya lagi saya lupa membawa jas hujan. akhirnya saya memutuskan untuk meneduh hingga hujan semakin reda hingga waktu saya sedikit demi sediki terbuang untuk sampai dirumah. di saat meneduh saya bingung dan memikirkan mau menulis karangan dengan tema apa, hingga saya melanjutkan perjalanan kembali setelah hujan mulai reda, sepanjang perjalan pulang saya masih memikirkan hal itu, mencari-cari ide sambil memperhatikan sekeliling yang saya lewati sepanjang perjalanan pulang barangkali bisa mendapat inspirasi untuk tugas softskill membuat karangan. dan hampir setengah perjalanan pulang saya belum menemukan ide tema apa yang ingin saya tulis. 😦

hingga pada akhirnya ketika perjalanan pulang hampir mendekati rumah, ketika saya melewati bundaran pamulang sambil masih memperhatikan sekeliling yang saya lewati, seketika ada satu benda yang lansung manarik perhtian saya dari jauh, pandangan saya terus tertuju pada benda itu hingga saya mendekati dan melihat dengan sekilas sambil melewatinya. benda yang menarik perhatian saya yaitu sebuah poster/spanduk yang terpasang di pagar bundaran di tengah jalan raya pamulang yang bargambar suasana banjir dan ada gambar orang sedang menengadaknan tangan seperti sedang menerima bantiuan dan di spanduk terdapat tulisan kalau tidak salah kira-kira tulisanya seperti ini “banjiri mereka dengan kepedulian kita”. saya kurang memperhatikan detail dari tulisan yang ada di spanduk itu karena saya hanya melihat sekilas dan lewat untuk melanjutkan perjalanan pulang saya. tapi intinya spanduk itu bertujuan untuk mengajak orang untuk membantu sahabat-sahabat kita yang sedang di landa banjir saat ini.

awalnya saya bingung melihat poster atau spanduk itu. hmm… yaa mungkin karna emang sekarang masuk musim penghujan dan di TV banyak juga yang memberitakan tentang banjir di landa di sebagian daerah. jadi saya memaklumi adanya spanduk yang bertuliskan seperti itu yang tujuanya untuk mengajak orang peduli dan memberikan bantuan. tapi ada satu hal yang masih membuat saya bingung tentang tulisan di spanduk itu, lalu muncul benak tanya dalam pikiran saya. “loh.. kok tulisan spanduknya begitu sih?, kayaknya kalimatnya ambigu dah”, dan seketika muncul pemahaman yang agak aneh bin gila di benak saya, berkaitan dengan kalimat di spanduk tersebut, “tulisanya kan banjiri mereka dengan kepedulian kita, kok pake kalimat banjiri mereka sih..?”” dari kata-kata itu bisa aja orang yang gak ngerti bisa salah kaprah dan mengartikanya seperti ini, “saya peduli dengan mereka dan saya memberikan banjir untuk mereka dengan cara membuang sampah sembarangan” bisa aja gitu. yaa walaupun gak mungkin ada orang bodoh yang mengartikan seperti itu. tapi kan bisa aja hehe.. dan itu pemahaman tergila yang muncul dalam pikiran saya saat itu.

sambil melanjutkan perjalanan pulang saya masih memikirkan tentang kalimat “banjiri mereka dengan kepedulian kita” di poster itu. dan setibanya di rumah dan sampai sekarang ini saya masih yakin kalau tulisan yang terpampang di poster itu masih kurang tepat untuk tujuan mengajak orang. karena bisa menimbulkan arti yang berbeda jika memang benar ada orang yang benar-benar tidak paham akan bahasa yang dituliskan di poster itu seperti pemahaman gila saya yang tadi, dan saya niatnya ketika pulang kulian mau melihat kembali spanduk itu untuk memastikan bahwa kalimat ajakan di poster yang saya lihat kemarin memeng benar-benar ambigu. 🙂

sekian dulu tulisan ini saya buat jika ada kesempatan akan saya lanjutkan lagi

(PENGARUH POLA TIDUR YANG TIDAK BAIK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PARA PELAJAR)

PENELITIAN ILMIAH

PENGARUH POLA TIDUR YANG TIDAK BAIK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PARA PELAJAR

logo (2)

Oleh :

Panji Eko Yuniarso
(16113817)

 

 

JURUSAN SISTEM INFORMASI

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

2016

 

 

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis naikkan ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa yang telah memberikan berkat, anugerah dan karunia yang melimpah, sehingga penulis dapat menyelesaikan Karangan Ilmiah ini pada waktu yang telah ditentukan.
Karangan ilmiah ini disusun guna melengkapi tugas Matakuliah Bahasa Indonesia II. Adapun judul Karangan Ilmiah ini adalah “PENGARUH POLA TIDUR YANG TIDAK BAIK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PARA PELAJAR”.
Walaupun banyak kesulitan yang penulis harus hadapi ketika menyusun penulisan ilmiah ini, namun berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, akhirnya tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Continue reading

Perkuat Bahasa Indonesia Di Era Global

Memang harus kita akui era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan antarbangsa yang sangat rumit. Untuk itu, bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan penuh perhitungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa. Kita lihat saja, banyak orang Indonesia memperlihatkan dengan bangga kemahirannya menggunakan bahasa Inggris, walaupun mereka tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik, terutama di era Globalisasi. Banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing (Inggris) tetapi tidak pernah merasa malu dan kurang apabila tidak menguasai bahasa Indonesia. Banyak orang Indonesia menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya karena merasa dirinya telah menguasai bahasa Indonesia dengan baik. Banyak orang Indonesia merasa dirinya lebih pandai daripada yang lain karena telah menguasai bahasa asing (Inggris) dengan fasih, walaupun penguasaan bahasa Indonesianya kurang sempurna. Continue reading