Tugas Resensi Novel

JUDUL

LELAKI HARIMAU

Resensi :

Pada lanskap yang sureal, Margio adalah bocah yang menggiting babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan penghianatan, rasa takut dan birahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan melanjutkan, “Ada harimau di dalam tubuhku.”

Deskripisi singkat diatas kurang lebih cukup menggambarkan situasi yang ada di dalam novel ini. Salah satu novel masterpiece Eka Kurniawan ini adalah pembeda diantara banyak nya novel laris yang beredar tahun ini.

Eka pun dengan jujur dan artistik mampu menampilkan cerita yang mungkin agak asing jika dibandingkan dengan novel-novel yang terbit sekarang di indonesia. Maka tak jarang novel ini dipuji oleh beberapa media bahkan tak hanya media dalam negeri namun juga media asing.

Mungkin jika kita membaca deskripsi singkat yang berada di belakang buku ini, kita merasa memiliki gambaran yang jelas bagaimana isi novel ini dan bagaimana plot cerita yang ditawarkan oleh sang penulis. Namun nyatanya pun tidak. Novel ini dengan mengejutkan mampu menampung cerita yang kuat dan tak terduga meskipun kita sudah mengetahui tragedi yang diceritakan oleh novel ini secara luas bahwa novel ini akan bercerita bagaimana margio seorang bocah yang mampu membunuh dengan bengis nya meyalahkan harimau yang dia bilang ada di dalam tubuhnya.

Motif-motif dan perkembangan psikologis karakter-karakter yang disediakan oleh eka secara luar biasa mampu membangun sebuah kesatuan cerita dengan masing masing motif yang kuat dan menambah ironi dalam tragedi yang telah terjadi.

Novel ini berisi lima bagian yang masing-masing bagian mampu mengisi potongan puzzle teka teki yang ada di kepala kita saat pertama tau tragedi yang sedang terjadi. Lima bagian ini pun tercerita secara acak dengan detil-detil penting yang disampaikan dengan indah oleh Eka hingga pembaca merasa latar belakang pedesaan indonesia dan hiruk pikuk nya secara nyata. Pesona yang ditampilkan oleh eka meskipun terlihat brutal dan asar namun terasa kejujuran yang mungkin dianggap tabu oleh beberapa orang namun sangat berpengaruh dan melengkapi detil dalam cerita.

Novel yang telah di terjemahkan ke bahasa inggris, prancis, italia, jerman dan korea ini tak membiarkan kita sebagai pembaca jatuh di dalam kebosanan, namun membuat kita makin jatuh ke dalam detail-detail cerita yang membuat kita memahami motif dan ironi yang ada di dalam keseluruhan cerita ini.

Secara keseluruhan novel ini adalah hitam putih kehidupan pedesan pada suatu tragedi ironis yang terdiri dari motif-motif karakter yang secara detail menjelaskan persfektif yang terkadang relistis dan tabu secara bersamaan. Pesan moral yang gamblang namun kadang tak sederhana adalah nilai tersembunyi dari satu kesatuan cerita yang sangat menarik dan epik secara bersamaan.

 

 

Tinjauan Pustaka :

Eka kurniawan lahir di Tasikmalaya, 1975. Ia menyelesaikan Studi dari Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1999), dengan skripsi yang kemudian terbit menjadi buku berjudul Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis (1999). Kumpulan cerita pendeknya meliputi Corat-Coret di Toilet (2000), Gelak Sedih (2005) dan Cinta Tak Ada Mati (2005). Dua Novelnya yang lain Cantik Itu Luka (2002) dan Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014). Ia rutin menulis Jurnal di ekakurniawan.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s